Minggu, 18 Februari 2018

AWAL CERITA HIJRAH KE JOGJA



AWAL CERITA HIJRAH KE JOGJA

Di hari Rabu, 13 Juli 2016 M. bertepatan dengan tanggal 10 Ramadhan 1437 H. akupun berangkat ke D.I Yogyakarta. Untuk melakukan verifikasi Penerimaan Calon Mahasiswa jalur SPAN-PTKIN di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Aku berangkat dari Ponpes yang tercinta Ponpes Ibda Binafsi Munggang, Kalierang, Bumiayu. Dengan niat aku di Jogja selama 3 hari 2 malam. Malam pertama di Ponpes Wahid Hasyim bersama Syahrul Alin, hari kamisnya aku Verifikasi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, lalu malam kedua di Ponpes Luqmaniyah bersama Habibi dan Gus Zaki ( Putra dari K. Asep Muhtady / Guruku di Ponpes Miftahul Khoer Dukuh Gempol, Bantarkawung ) dan malam ketiga di Masjid Ambargama, Ambarukmo bersama Khoerul Anam.
Tadinya aku mau pulang lagi ke Ponpes Ibda Binafsi karena disana lagi ada Pasaran juga sebagai pengurus Pondok banyak tugas yang belum terselesaikan. Waktu itu lagi mengumpulkan data – data rapor santri juga data – data prestasi yang di raih oleh santri Ibda Binafsi. Dan terakhir acara Tafarukan.
Namun karena ada informasi dadakan dari pihak UIN, yaitu untuk Daftar Ulang di mulai tanggal 24 Juli 2016 dengan pembayaran UKT juga harus datang langsung ke lokasi untuk melakukan Cek Kesehatan di Poliklinik UIN Sunan Kalijaga, dan menyerahkan dokumen asli ke PTIPD juga di foto dan mencetak KTM. Akhirnya dengan terpaksa yang tadi niatnya mau 3 hari 2 malam malah hampir setengah bulan hidup di Jogja.
Dan akhirnya setengah bulan lamanya aku hidup di Jogja dan aku pilih untuk bermalam di Masjid Ambargama. Tadinya aku cuma pengin tau aja kegiatan apa aja yang ada di Masjid Ambargama, dan juga beradaftasi hidup di sana, karena mungkin suatu saat nanti aku bisa tinggal di Masjid ini. Dan akupun mudik  ke kota kelahiranku pada hari Sabtu, 30 Juli 2016 M. bertepatan dengan tanggal 27 Ramadhan 1437 H. Saat itu aku pulang ke Ponpes Ibda Binafsi dan puasa di tanggal 28 nya. Dan pulang ke rumah orang tuaku dan puasa di tanggal 29 nya. Dan besoknya Hari Raya ‘Idul Fitri. Jadi aku hanya puasa di rumah selama satu hari. Agar aku puas hidup di rumah dekat orang tua karena selama ini aku hanya di Pondok saja maka aku puas – puasin diam di rumah gak pergi ke mana – mana, di sisi lain karena nanti di bulan Agustus aku harus berangkat lagi ke Yogyakarta.
Aku bisa tinggal di Masjid Ambargama dengan perantara Mas Anam, karena beliau ini adalah teman dekatnya Teh Eem Maemanah maka aku dikenalkannnya dengan Mas Anam. Dan akhirnya aku bisa tinggal di Masjid Ambargama sampai sekarang.
Singkat cerita, akhirnya pada hari Ahad, 14 Agutus 2016 akupun pergi lagi ke Yogyakarta karena di tanggal 15 nya ada Tecmical Meeting dan tanggal 18 – 20 Agustus ada Kegiatan OPAK ( Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan ). Saat aku tiba di Masjid Ambargama di sore hari ada Mas Arif yang sedang mengajar anak TPA Ambargama, sedang takmir yang lainnya sedang pergi.
Dan malamnya aku kenalan sama Sulton, dia adalah Mahasiswa UGM dari Banyumas dan merupakan adik kandung dari Mas Azam. Ternyata dia sudah lama tinggal di Masjid ini. Dan malam itu juga datanglah Danial dari Banyumas dan Ojo dari Cilacap, dan paginya datang temen Aliyahku Rafiq namanya, dia dari Laren, Bumiayu.
Pagi itu kami berangkat bareng ke UIN, Dan sesampainya kami berpisah karena beda Fakultas, Aku dan Danial satu Fakultas bahkan satu Prodi dan satu Kelas. Aku dan Danial ngambil Prodi Perbandingan Madzhab sedang Rafiq mengambil Prodi SKI dan Budaya Fakultas Adab dan Kebudayaan sedang Ojo mengambil Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Di MAN ku dulu awal masuk sekolah adanya istilah MOS (Masa Orientasi Siswa) namun di sini berbeda istilah, namanya OPAK. OPAK ini dilaksanakan selama 3 hari, dari hari jumat hingga sabtu. Kegiatan ini tentunya pengalaman pertamaku, dan tentunya sangatlah berbeda dengan kegiatan MOS ku dulu. Karena OPAK ini pesertanya mahasiswa maka tingkat kedisiplinan pun sangatlah ketat. Kami harus sudah datang di depan fakultas jam 06.00 WIB. Dan pulangnya jam 17.00 WIB. Dan dihari terakhir kami bisa pulang jam 19.00 WIB.
Banyak pengalaman yang aku jumpai selama kegiatan OPAK ini, sesuatu yang sangat mengesankan bagiku adalah orasi.  Karena baru pertama kali merasakan dengan situasi seperti ini. Dan rasanya ingin sekali untuk demo. Namun, dengan adanya orasi selama 3 hari ini, pikiranku sangatlah terbuka, aku tersadarkan seperti inilah negeri ini keadaanya. Dan disitulah aku tersadarkan banyak sekali PR ku yang harus ku kerjakan sebagai mahasiswa dan generasi penerus bangsa. Dan saat itulah aku berjanji pada diriku, bahwa aku akan melakukan kewajibanku  dan berusaha mewujudkan semua impianku.


*) Oleh : Ibnu Sholihan
Ditulis Februari 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar