AWAL CERITA HIJRAH KE
JOGJA
Di hari Rabu,
13 Juli 2016 M. bertepatan dengan tanggal 10 Ramadhan 1437 H. akupun berangkat
ke D.I Yogyakarta. Untuk melakukan verifikasi Penerimaan Calon Mahasiswa jalur
SPAN-PTKIN di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Aku berangkat dari Ponpes yang
tercinta Ponpes Ibda Binafsi Munggang, Kalierang, Bumiayu. Dengan niat aku di
Jogja selama 3 hari 2 malam. Malam pertama di Ponpes Wahid Hasyim bersama
Syahrul Alin, hari kamisnya aku Verifikasi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, lalu
malam kedua di Ponpes Luqmaniyah bersama Habibi dan Gus Zaki ( Putra dari K.
Asep Muhtady / Guruku di Ponpes Miftahul Khoer Dukuh Gempol, Bantarkawung ) dan
malam ketiga di Masjid Ambargama, Ambarukmo bersama Khoerul Anam.
Tadinya aku
mau pulang lagi ke Ponpes Ibda Binafsi karena disana lagi ada Pasaran juga
sebagai pengurus Pondok banyak tugas yang belum terselesaikan. Waktu itu lagi
mengumpulkan data – data rapor santri juga data – data prestasi yang di raih
oleh santri Ibda Binafsi. Dan terakhir acara Tafarukan.
Namun karena
ada informasi dadakan dari pihak UIN, yaitu untuk Daftar Ulang di mulai tanggal
24 Juli 2016 dengan pembayaran UKT juga harus datang langsung ke lokasi untuk
melakukan Cek Kesehatan di Poliklinik UIN Sunan Kalijaga, dan menyerahkan
dokumen asli ke PTIPD juga di foto dan mencetak KTM. Akhirnya dengan terpaksa
yang tadi niatnya mau 3 hari 2 malam malah hampir setengah bulan hidup di
Jogja.
Dan akhirnya
setengah bulan lamanya aku hidup di Jogja dan aku pilih untuk bermalam di
Masjid Ambargama. Tadinya aku cuma pengin tau aja kegiatan apa aja yang ada di
Masjid Ambargama, dan juga beradaftasi hidup di sana, karena mungkin suatu saat
nanti aku bisa tinggal di Masjid ini. Dan akupun mudik ke kota kelahiranku pada hari Sabtu, 30 Juli
2016 M. bertepatan dengan tanggal 27 Ramadhan 1437 H. Saat itu aku pulang ke
Ponpes Ibda Binafsi dan puasa di tanggal 28 nya. Dan pulang ke rumah orang
tuaku dan puasa di tanggal 29 nya. Dan besoknya Hari Raya ‘Idul Fitri. Jadi aku
hanya puasa di rumah selama satu hari. Agar aku puas hidup di rumah dekat orang
tua karena selama ini aku hanya di Pondok saja maka aku puas – puasin diam di
rumah gak pergi ke mana – mana, di sisi lain karena nanti di bulan Agustus aku
harus berangkat lagi ke Yogyakarta.
Aku bisa tinggal
di Masjid Ambargama dengan perantara Mas Anam, karena beliau ini adalah teman
dekatnya Teh Eem Maemanah maka aku dikenalkannnya dengan Mas Anam. Dan akhirnya
aku bisa tinggal di Masjid Ambargama sampai sekarang.
Singkat cerita,
akhirnya pada hari Ahad, 14 Agutus 2016 akupun pergi lagi ke Yogyakarta karena
di tanggal 15 nya ada Tecmical Meeting dan tanggal 18 – 20 Agustus ada Kegiatan
OPAK ( Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan ). Saat aku tiba di
Masjid Ambargama di sore hari ada Mas Arif yang sedang mengajar anak TPA
Ambargama, sedang takmir yang lainnya sedang pergi.
Dan malamnya
aku kenalan sama Sulton, dia adalah Mahasiswa UGM dari Banyumas dan merupakan
adik kandung dari Mas Azam. Ternyata dia sudah lama tinggal di Masjid ini. Dan
malam itu juga datanglah Danial dari Banyumas dan Ojo dari Cilacap, dan paginya
datang temen Aliyahku Rafiq namanya, dia dari Laren, Bumiayu.
Pagi itu kami
berangkat bareng ke UIN, Dan sesampainya kami berpisah karena beda Fakultas,
Aku dan Danial satu Fakultas bahkan satu Prodi dan satu Kelas. Aku dan Danial
ngambil Prodi Perbandingan Madzhab sedang Rafiq mengambil Prodi SKI dan Budaya
Fakultas Adab dan Kebudayaan sedang Ojo mengambil Prodi Manajemen Dakwah
Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Di MAN ku dulu
awal masuk sekolah adanya istilah MOS (Masa Orientasi Siswa) namun di sini
berbeda istilah, namanya OPAK. OPAK ini dilaksanakan selama 3 hari, dari hari
jumat hingga sabtu. Kegiatan ini tentunya pengalaman pertamaku, dan tentunya
sangatlah berbeda dengan kegiatan MOS ku dulu. Karena OPAK ini pesertanya
mahasiswa maka tingkat kedisiplinan pun sangatlah ketat. Kami harus sudah
datang di depan fakultas jam 06.00 WIB. Dan pulangnya jam 17.00 WIB. Dan dihari
terakhir kami bisa pulang jam 19.00 WIB.
Banyak
pengalaman yang aku jumpai selama kegiatan OPAK ini, sesuatu yang sangat
mengesankan bagiku adalah orasi. Karena
baru pertama kali merasakan dengan situasi seperti ini. Dan rasanya ingin
sekali untuk demo. Namun, dengan adanya orasi selama 3 hari ini, pikiranku sangatlah
terbuka, aku tersadarkan seperti inilah negeri ini keadaanya. Dan disitulah aku
tersadarkan banyak sekali PR ku yang harus ku kerjakan sebagai mahasiswa dan
generasi penerus bangsa. Dan saat itulah aku berjanji pada diriku, bahwa aku
akan melakukan kewajibanku dan berusaha
mewujudkan semua impianku.
*) Oleh : Ibnu
Sholihan
Ditulis
Februari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar