Kamis, 20 April 2017

Haflah ke - 3 Divisi Tilawah UKM JQH Al – Mizan

HAFLAH KE – 3
Divisi Tilawah UKM JQH Al – Mizan
di Masjid Nurul Istiqomah Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Keluarga besar Divisi Tilawah UKM JQH Al - Mizan
Pada hari Ahad, 16 April 2016. UKM JQH Al – Mizan ( Unit Kegiatan Mahasiswa Jam’iyyah Al – Qur’an wa al Hufadz Al – Mizan ) mengadakan Haflah yang ke – 3 tepatnya di Masjid Nurul Istiqomah yang berada di Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Haflah yang ke – 3 ini dengan peserta yang di ajukan oleh panitia ada Sembilan, namun karena ada suatu hal yang satunya tidak bisa hadir sehingga peserta pada haflah yang ke – 3 ini sebanyak delapan peserta. Yaitu :
      1.      M. Fadhul Mujahid
      2.      Eva Lutfiani A
      3.      Rokhma Nuzul I
      4.      Ilham Rozaq A
      5.      M. Syaiful Afif
      6.      Aang Sobari Saeful Risal
      7.      Ulfatul Malichah
      8.      Kamaluddin

Acara tersebut digelar sekitar pukul 09 : 00 WIB. Dengan pembawa Acaranya Ustdz. Eem Maemanah dan Ainun dan dihadiri juga dengan juri yang sangat ditakdzimi akan ilmunya, beliau adalah Ust. Tantan Q.B dan Ust. Wildan, juga tak kalah dengan bintang tamunya yaitu Mas Chanif.

         Acara Haflah kali ini di bagi menjadi dua Sesi, yaitu Sesi Pertama dengan undian 1 – 5 dan pada Sesi yang ke dua dengan undian ke 6 – 8. Pada Sesi yang pertama undian 1 – 5 adalah Rokhma Nuzul I, M. Fadhul Mujtahid, Ulfatul Malichah, Ilham Rozaq A, dan Aang Sobari Saeful Risal. Kemudian istirahat dan melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah. Setelah melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah dilanjut Sesi yang kedua dengan undian yang ke 6 – 8 yaitu Eva Lutfiani A, M. Syaiful Afif, dan Kamaluddin.

         Dengan beriringnya waktu, pada akhirnya acara Haflah pun hampir selesai, namun sebelum acaranya di tutup, ada penampilan yang sangat dinanti – nantikan yaitu penampilan dari bintang tamu. Pada Haflah yang ke 3 ini bintang tamunya adalah Mas Chanif, beliau adalah anggota Divisi Tilawah UKM JQH Al – Mizan tahun 2015.

         Setelah penampilan dari bintang tamu yang sangat menyejukan hati, akhirnya tibalah pada babak penentuan siapa yang akan mendapatkan Tropy Bergilir Haflah Tilawah pada Haflah yang ke – 3 ini, dan pada akhirnya terpilihlah Kamaluddin oleh para juri yang berhak mendapatkan Tropy Bergilir pada Haflah kali ini.
     
          Setelah terpilihnya peserta yang berhak mendapatkan Tropy Bergilir, akhirnya acaranya pun selesai dan di lanjut dengan Foto bersama, dan kemudian makan bersama.

            Setelah makan bersama dilanjut dengan Rapat Evaluasi Kepengurusan Masa Bakti tahun 2016 / 2017. Yang dipimpin langsung oleh Ketua Koordinator Divisi Tilawah yaitu Mas Nugroho Anjar. Juga dihadiri oleh Ketua Umum UKM JQH Al – Mizan yaitu Aa Mufti Aminuddin.

Rapat Evaluasi ini bersifat bebas dan santai, dan pemimpin Rapat mempersilahkan bagi peserta yang merasa ada unek – unek yang bikin gak enak hati maupun ada rasa kekecewaan. Sehingga ada salah satu peserta yang menyampaikan beberapa rasa kekecewaan nya dan berharap pengurus bisa menjawab dan bertindak yang lebih baik untuk kedepannya. Dan akhirnya Mas Naufal dan Mas Alawy pun menjawab akan semua permasalahan tersebut.
Dengan beriringnya waktu akhirnya masuklah waktu Shalat Asar, dan di tutuplah  Rapat Evaluasi tersebut lalu melaksanakan Sholat Asar berjamaah dan ditutup dengan Sayonara.


Foto Album


Peserta Haflah ke - 3
Juri Haflah ke - 3
Keluarga Divisi Tilawah yang hadir di Haflah ke - 3
Rokhma Nuzul I
Fadhul Mujahid
Ulfatul Malichah
Ilham Rozaq A
Aang Sobari Saeful Risal
Eva Lutfiani A
Syaiful Afif
Kamaluddin
Mas Chanif
Penyerahan Tropy dari Pemenang Haflah ke -2
Penyerahan ke Pemenang Haflah ke - 3
Foto gaya Mas Alawy
Makan - makan sore
Divisi Tilawah Putri

Senin, 17 April 2017

Al – Habib Muhammad Habibi bin Al - Fauzi Al – Atos di Acara Tasyakur Nikah

ACARA TASYAKUR NIKAH
Yang berbahagia Ust. Fawaid / Kang Anil ( Sesepuh UKM Kordiska ) dan Istrinya
 Bersama : Al – Habib Muhammad Habibi bin Al - Fauzi Al – Atos
Senin, 17 April 2017 bada Isya
Di Masjis ta’lim sa’adatud dharain, Berbah, Sleman, Yogyakarta

Rosululloh bersabda yang artinya :
“Orang yang tidak mau menikah itu adalah orang yang miskin , miskin, dan miskin”.

Orang bila punya anak banyak, itu susah apa seneng?

Nabi menikahkan anaknya Fatimah, dan berdoa kepada Allah:
“Ya allah berkahilah atas pernikahan anakku dengan ali, dan kasihlah keturunan yang banyak tapi berkualitas, banyak tapi sholeh sholehah”.
Bila orang tua nya sudah meninggal siapa yang akan menduakannya? Belum tentu saudara tetangganya ada yang ingat dan mau menduakannya. Makanya pasti anaknya yang harus menduakannya.
Pernikahan itu merupakan suatu hal yang bernilai ibadah, bukan sekedar melampiaskan hawa nafsu, akan tetapi pernikahan itu suatu hal yang bernilai ibadah yang memiliki derajat yang tinggi disisi Allah SWT.
Orang yang paling agung di dunia adalah Nabi Muhammad SAW. Beliau saja orang yang paling mulia menikah, maka menikah adalah bukanlah suatu hal yang tabu. Karena nikah merupakan sunnah nabi. beliau mengatakan barang siapa yang tidak seneng akan sunnahku  diantaranya nikah maka dia bukanlah golonganku,
Oleh karena itu, Bila seorang anak yang sudah mampu dan cukup umur untuk menikah dan ada rasa keinginan untuk menikah namun orang tua nya menghala – halanginya atau melarangnya, bisa jadi orang tua tersebut telah berbuat dosa besar.

Kenapa hal itu bisa terjadi?

bisa jadi karena orang tua selalu melarangnya maka anak tersebut berbuat maksiat, sedang perbuatan itu karena orang tua nya selalu melarangnya. Maka orang tua tersebut telah berbuat dosa besar.

Nabi bersabda yang artinya :
“Wahai kaum laki – laki, barang siapa diantara kalian yang sudah mempunyai barang maharnya maka cepat – cepatlah untuk menikah”.

Mahar itu tidak usah yang mewah – mewah yang bernilai tinggi harganya, namun yang penting barang tersebut memiliki manfaat.

Nikah itu gampang, yang penting memenuhi syarat yang lima, maka sahlah pernikahannya. Yaitu adanya memepelai laki – laki, mempelai perempuan, wali, saksi (cukup dua orang saksi laki – laki ) dan mahar.

Orang yang sudah nikah hidupnya bakal senang apa malah melarat?

Orang yang sudah nikah hidupnya akan senang, karena telah melakukan sunnah nabi dan ibadah kepada Allah juga dipandang kaya dihadapan Allah dibandingkan dengan orang yang sudah mampu untuk menikah namun tidak mau menikah. Bahkan telah dijelaskan diatas kata rosul dia adalah orang yang miskin bahkan kuadrat miskinnya, karena beliau mengulanginya hingga tiga kali.

Gak ada ceritanya orang yang sudah menikah hidupnya akan miskin. Allah mengatakan barang siapa yang sudah menikah namun masih dalam keadaan faqir maka Allah akan memberinya kekayaan dari sifat pemurahnya Allah swt. Dalam arti justru dengan pernikahan itu Allah akan membuka pintu rizki untuknya. Andai kata bila ada orang yang sudah menikah malah justru jatuh miskin yang mulanya hidupnya serba ada tak pernah kekurangan itu adalah bentuk cobaan dari Allah swt. Apakah ia akan sabar dan lulus atas cobaan yang diberikan Allah untuknya. Bila ia lulus maka Allah akan menaikan derajatnya dan akan membuka  pintu dari semua kesulitannya.

Nabi bersabda yang artinya :
“Barang siapa diantara kalian yang sudah menikah, maka sungguh telah disempurnakan  separuh dari agamanya”.

Bila pernikahan dibangun atas dasar cinta karena Allah bukan karena untuk melampiaskan hawa nafsu, baik dari ketampanan pria maupun kecantikan wanita ataupun bentuk yang sifatnya duniawi lainnya. Maka tidak diragukan lagi, pernikahan ini akan langgeng dan bahagia. Karena pernikahan ini didasarkan cintanya karena Allah. Lain halnya yang di dasari karena hawa nafsu maka pernikahannya pun tak akan pernah langgeng dan selalu saja cobaan yang silih berganti tuk menghampirinya.

Ada tiga kata yang tak asing lagi di telinga kita karena kita sering mendengarnya, yaitu menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Bila kedua mempelai ini ingin ketiga – tiganya maka nikahlah atas dasar cinta karena Allah, dengan begitu ia akan mendapatkannya.

Seorang istri adalah seoarang wanita yang bisa diangkat derajatnya oleh Allah setinggi – tingginya, jangan dikira orang yang selalu menang, mulia, berkuasa itu adalah laki – laki. Bisa jadi orang yang lebih mulia itu adalah wanita. Karena dalam sabda nabi yang artinya :

"Bila ada seorang istri yang mengerjakan sholat lima waktu, dan melaksanakan puasa di bulan ramadhan dan ia juga menjaga barang berharganya atau kemaluannya (menjaga harga diri ) dan kemudian dia taat kepada suaminya maka kelak di akhirat oleh Allah di panggil ayo bagi istri - istri yang melakukan keempat hal tersebut maka pilihlah pintu jannah yang paling engkau idamkan".

Bila ada seorang istri yang melakukan sholat lima waktu dan puasa di bulan ramadhan namun ia tidak taat dan patuh terhadap suaminya, maka sia – sia lah semua amal ibadahnya, karena semua itu tidak akan diterima disisi Allah Swt.

Bahkan beliau bersabda, bila aku diperbolekan oleh Allah untuk memerintahkan manusia harus bersujud kepada manusia, maka akan aku perintahkan seorang istri harus sujud kepada suaminya. Hal ini menjelaskan bagaimana taatnya seorang istri kepada suami.

Tapi bagi seorang suami harus berlaku adil kepada istrinya, bukan mentang – mentang karena istri wajib taat kepada suami, lalu suami berbuat semena – mena. Tapi, suami itu harus bisa membimbing  istri dan keluarganya ke surganya Allah Swt.

Nabi bersabda yang artinya :
“Tidak ada seorang suami yang bisa memuliakan istrinya kecuali suaminya juga orang mulia, kecuali suaminya itu adalah orang yang hina maka yakin suami itu adalah orang yang tercela”.

Sebelum menikah jiwanya adalah tanggung jawabnya sendiri, namun setelah menikah maka jiwanya istri tanggung jawabnya suami. Maka bila suatu saat nanti suami masuk surga sedang istri masuk neraka, maka suami akan ditarik oleh istri keneraka. Maka dari itu didiklah istrimu dengan benar. Karena istri akan bilang ia cinta mati kepada suaminya, dunia dan akhirat ingin selalu bersamanya dan tak ingin terpisahkan.

Sabda nabi yang artinya :
“Tidak ada dosa besar yang dipikul atau ditanggung oleh suami kecuali dengan dosa istrinya yang selalu berbuat maksiat dikala hidupnya”.

Bagi para suami yang memiliki istri yang sholehah itu merupakan suatu anugerah yang telah Allah berikan kepadanya, karena Nabi telah berkata :
“Bahwa dunia ini adalah permata dan perhiasan yang sangat mahal harganya, dan sebaik – baik perhiasan di dunia adalah istri yang sholehah”.

Semoga bagi yang sudah punya istri, dijadikan istri yang sholehah, yang berbakti dan taat terhadap suaminya, dan bagi yang sudah punya anak di jadikan anak yang sholeh dan sholehah oleh Allah Swt. Anak – anak yang berbakti terhadap orang tuanya.

Dan khususnya mari kita doakan semoga atas pernikahannya Ust. Fawaid dijadikan pernikahan yang sangat membahagiakan bagi kedua mempelai, dijadikan keturunannya yang berbakti kepada orang tuanya, dan semoga dengan pernikahannya adalah sebuah sarana untuk memperoleh surganya Allah Swt. Didekatkan dengan pertolongan Allah dan di jauhkan dari marabahaya.

Dan yang belum kawin semoga lekas kawin, yang belum dipertemukan dengan jodohnya semoga Allah mempertemukan jodohnya yang sholeh dan sholehah, yang sudah punya jodoh semoga Allah memberi kelancaran untuk kedepannya, mencari mas kawin yang halal untuk bisa menikah, dan semoga pernikahannya dibarokahi oleh Allah Swt. Amiin…

Al – Fatihah….

TRAGEDI 1 FEBRUARI 2009

TRAGEDI 1 FEBRUARI 2009

*)Foto Tempat Kelahiranku
Dukuh Tengah - Karang Pari - Bnatarkawung
Kenapa engkau terjadi padaku, karena tragedimu yang menimpa diriku sehingga banyak kenangan indahku yang kau ambil dariku. Keluargaku, saudaraku, sahabatku, tetanggaku, bahkan lingkunganku kau ambil dariku. Apa salahku, apa salah kedua orang tuaku, kesalahan apa yang kami perbuat sehingga kau ambil semua yang aku punya…

Karena engkau lah sehingga aku hidup seperti ini, aku terpisahkan dengan keluargaku, saudaraku, sahabatku juga lingkunganku. Kau membuat kami semua menderita, kau menyusahkan keluargaku, banyak keluargaku yang berdatangan hanya untuk menolongku karena ulahmu, kenapa engkau terjadi padaku…..

Karena ulahmu, kami semua sekarang terpisahkan, ada yang keujung barat ada juga yang keujung timur dan sebagainya. Karena ulahmu, sejak itu sampai sakarang aku hidup di lingkungan baru, punya tempat tinggal baru, teman baru, guru baru dan lingkungan baru. Kini aku tak tinggal di tempat di mana aku terlahirkan oleh Rahim sang malaikat hidupku. Tempat itu sekarang hanyalah sebuah kenangan yang gak berpenghuni, dan akupun jarang menjenguknya, apa kabar tempat aku terlahirkan, apakah ia baik – baik saja, apakah ia akan mengulangi kejadian yang sama yang membuat banyak orang menderita….

Sekarang di lingkungan itu, hanya ada beberapa insan yang masih bertahan untuk masih bisa menghirup udara segar di lingkungan yang membuat banyak orang menderita, aku tak tau kenapa mereka masih bisa bertahan. Dan akupun udah gak sanggup lagi hidup di lingkungan itu, karena aku takut ia akan marah lagi dan membuat aku menangis yang sangat sedih, aku tak mau ia akan mengulangi yang kedua kalinya, sehingga pilihan yang ku ambil adalah untuk meninggalkannya, walaupun banyak kenangan indahku yang tertinggal di sana, namun apalah daya, ini adalah keputusanku untuk meninggalkannya…

Dulu, sejak aku terlahirkan sampai aku duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyyah kelas V, aku masih bersamanya, disanalah aku menghabiskan masa kekanak-kanakanku, aku bermain dengan teman-temanku, baik sebaya, adik –adik maupun kakak – kakak kami bermain di sana, banyak kenangan yang kami lalui bersama. Di sana pula pertama aku dikenalkan dengan ajaran islam, aku di ajarin membaca Iqro, Al – Quran, Bacaan Sholat, membaca Kitab dan ilmu yang lainnya. Disana pula aku di kenalkan dengan dunia perdagangan, dunia hewan, dunia kerajinan tangan, bermacam – macam permainan dan sebagainya. Kini hanyalah sebuah kenangan yang tak pernah kulupakan…

Untung saja, tragedimu tak ada satupun yang kau ambil nyawa di antara kami. Hanya saja tragedimu membuat banyak orang menderita, banyak saudara kami yang membuat kami merepotkannya, sampai kami merasa gak enak hati dan berkeinginan tuk berhenti merepotkannya, kami harus berusaha dengan semaksimal mungkin demi memulai kehidupan baru kami dan hidup dengan selayaknya.
Dan akhirnya pertolongan sang kuasa pun tiba, sehingga kami bisa memulai kehidupan baru kami, walaupun tak seindah di tempat yang dulu, kami terima dengan lapang dada atas pertolongan sang kuasa, namun walaupun kami mendapatkan tempat baru hidup kami tak bisa berdampingan seperti dulu, karena tempat sekarang ada yang sebagian semakin dekat dengan kerabatnya ada pula sebagian yang malah semakin jauh dengan kerabatnya, dan itu terjadi padaku, kini aku hidup di lingkungan yang tak ada satupun kerabatku yang dulunya pernah hidup saling berdampingan. Kini aku hidup di lingkungan yang serba baru…

Saat itu, mungkin banyak orang yang menyalahkan atas tragedimu ini, begitu juga dengan diriku. Namun, sekarang setelah aku menginjak usia yang dewasa. kini aku faham kenapa engkau terjadi pada kami, walaupun aku tak tau yang sebenarnya apakah kedatanganmu merupakan sebuah cobaan ataupun ujian, namun sekarang sikapku haruslah berbaik sangka padamu, mungkin kedatanganmu adalah sebuah ujian yang menimpa padaku dan yang lainnya, engkau sedang menguji kami apakah kami akan sabar atas kedatanganmu, apakah kami akan mengamalkan ilmu yang telah kami gali, dalam ajaran agama suatu saat sang kuasa akan menguji kami apakah kami akan menerimanya ujian tersebut, apakah kami akan sabar menghadapinya. Karena sang kuasa telah menjanjikan barang siapa yang sabar dan menerima dengan ikhlas dan berbaik sangka pada sang kuasa atas ujian yang telah sang kuasa turunkan, maka orang tersebut akan mendapatkan suatu kebaikan yang tak disangka – sangka. Karena ketika ujian sang kuasa datang didalamnya ada sebuah rahasia yang tersembunyi dan sang kuasapun akan membuka rahasia tersebut pada waktunya. Di sisi lain, sang kuasapun telah berjanji bahwa ia akan menurunkan sebuah ujian pada hambanya sesuai dengan kemampuan hambanya tidaklah di luar batas kemampuan hambanya.

Disinilah aku harus menyadarinya, dan aku menganggapnya ia adalah sebuah ujian yang menimpa diriku, dan akupun harus menerimanya dengan sabar, ikhlas juga berbaik sangka dan yaqin bahwa sang kuasa pasti menyembunyikan sebuah rahasia dibalik itu semua.

Setelah aku merenungkannya, dan akupun menemukannya mungkin selama ini sebuah rahasia Allah telah terbuka dan akupun telah mengalaminya. Ternyata banyak nikmat Allah yang belum sempat aku syukuri. Semenjak kejadian itu dan aku tinggal di lingkungan yang baru, di mulai dari lingkungan yang sangat agamis, guru yang professional, masa pendidikanku yang sangat mulus tanpa hambatan yang sangat drastis (masih bersifat wajar), bisa belajar di Pendidikan Formal / Madrasah juga belajar di Non-Formal / Pesantren, juga sekarang bisa duduk di bangku perkuliahan Negeri di salah satu Universitas yang ada di Indonesia, yaitu di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ya Rabb….
Terimakasih atas semuanya, maafkanlah hambamu yang nista ini yang belum sempat mensyukuri atas nikmatmu. Tunjukanlah hambamu yang lemah ini ke jalan yang lurus. Mudahkanlah segala urusan hamba, panjangkanlah usia hamba agar senantiasa selalu dekat denganmu dan mengharap ridhomu….
Para pembaca semoga di rahmati Allah…

Semoga setelah membaca tulisanku yang sebenarnya sudah lama aku ingin menulisnya ada manfaatnya, karena disinilah tempat isi dalam qolbuku yang bisa aku curahkan. Semoga pengalamanku menjadikan sebuah inspirasi hidup bagi semua kalangan umat.

“Berbaiksangkalah pada sang kuasa, karena dibalik semua itu ada hikmahnya”.

“Selamat berproses, semoga hidupmu bermanfaat dan penuh dengan kebarokahan”.

Minggu, 16 April 2017

BIOGRAFIKU

Aang Sobari Saeful Risal
*) Foto Pelepasan Kelas XII MAN 2 Brebes
tahun 2016
Perkenalkan namaku Aang Sobari Saeful Risal, aku lahir di Brebes pada Hari Rabu Legi, 2 April 1997 M. bertepatan dengan tanggal 24 Dzuqo'dah 1418 H. Alamat desaku tepatnya di dsn. Kebon Kelapa, Dukuh Tengah Rt 02 Rt 04. Karang Pari, Bantarkawung Brebes Jawa Tengah. Kode Pos 52274.

Dalam masa pendidikanku, ada beberapa tempat yang aku singgahi. dimulai dari mengenal Al - Qur'an yang di ajari oleh ibu kandungku sendiri, dialah yang pertama mengenalkan ku dengan agama Islam. Diajari membaca Al - Qur'an dengan benar yang sesuai dengan kaidahnya, Adzan dengan benar dan sebagainya. dialah malaikat hidupku yang akan selalu ku ingat namanya, Qona'ah yang selalu ada dalam pikiranku. selain itu, ada juga sang pejuang hidupku, yang tak kenal lelah siang dan malam hanya memikirkanku agar aku bisa hidup dengan selayaknya. dan akan aku ingat namanya yang telah banyak mengorbankan harta banda dan pikirannya sehingga aku bisa seperti ini. dialah Solihan yang banyak dikenal orang. Disisi lain selama hidupku, aku juga sering dinasehati dan selalu memberikan dukungannya akan kesuksesanku, dialah saudaraku sehidup semati, Purohim dan Zezen Zaenuddin Ali yang selalu menanti akan kesuksesanku.

Setelah lancar membaca Al- Qur'an yang diajari oleh ibuku, akupun disuruh bergabung dengan teman - teman seusiaku untuk memperdalam pengetahuan agama. aku menjadi santri nya Bibi Inoh, aku belajar disana sampai aku kelas V MI Miftahul Ulum Bisole.

Setelah menginjak usia 7 tahun, tepatnya pada hari Senin, 5 Juli 2004 aku duduk di Madrasah Ibtidaiyyah Miftahul Ulum Bisole, selama 6 tahun lamanya aku belajar disana dengan berjalan kaki yang lumayan jauh jarak antara rumahku dan madrasahku. namun terkadang juga naik motor atau mobil itupun kalau aku diajak atau cemplak.

Diusiaku masih duduk dikelas lima, musibah pun datang dikampungku, tepatnya di Dukuh Genteng Dukuh Tengah Rt 01 Rw 04 terjadi bencana longsor. Sehingga aku harus pindah rumah tepatnya di Kebon Kelapa Dukuh Tengah Rt 02 Rw 04. Disana aku belajar agama bersama K. Umar Nawawi, K. Yunus dan Ustz. Baroyah.

Diusia 12 tahun, setelah 6 tahun aku belajar di MI MIiftahul Ulum Bisole. dan Alhamdulillah aku lulus pada tahun 2010, akhirnya akupun melanjutkan studiku, tepatnya di Madrasah Tsanawiyyah Negeri Bantarkawung ( sekarang MTs Negeri 3 Brebes ). Tepatnya pada bulan Juli 2010 aku mulai duduk disana.

Selain aku Sekolah di MTs Negeri Bantakawung, aku juga mondok tepatnya di Pondok Pesantren Miftahul Khoer Dukuh Gempol Bantarkawung, yang diasuh langsung oleh pendinya yaitu K. Asep Muhtady ( beliau berasal dari Tasikmalaya, dan merupakan alumnus Pondok Pesantren Miftahul Huda 1 Manonjaya, Jawa Barat ). dan Nyai. Umi Habibah ( beliau berasal dari Ganggawang juga alumnus dari pondok yang sama dengan suami tercinta ).

Tiga tahun lamanya aku belajar di Pondok Pesantren Miftahul Khoer dan MTs Negeri Bantarkawung, aku pun lulus pada tahun 2013. dan akupun melanjutkan pendidikanku tepatnya pada bulan Juli 2013 di Madrasah Aliyah Negeri Brebes 2 dengan Kepala Sekolahnya Ibu Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd juga mondok di Pondok Pesantren Ibda Binafsi yang di asuh langsung oleh pendirinya yaitu K. Zaenuddin ( Beliau berasal dari Secang juga merupakan alumnus dari Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 Bayasari, Ciamis, Jawa Barat) dan Nyai. Umi Mubayyinah ( beliau berasal dari Mayana ).

Di MAN Brebes 2, terdiri dari tiga jurusan yaitu Keagamaan, IPA dan IPS. Dan aku mengambil jurusan Keagamaan. Di jurusan ini aku belajar selama dua tahun karena dikelas satu seangkatanku digabungkan menjadi satu tidakBOLEH mengambil jurusan karena masih dalam proses jurusan mana yang pantas untuk dirinya. sedang setelah angkatanku sampai sekarang mereka bisa langsung mengambil jurusan sesuai yang diinginkan.

Setelah tiga tahun lamanya aku belajar disana, akhirnya aku lulus tepatnya pada tahun 2016. dan akupun melanjutkan pendidikan ku ke Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. dan sekarang aku tinggal di Masjid Ambargama, Ambarukmo Rt 05 Rw 02 Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta. Kode Pos 52281. 

Pendidikanku di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. di mulai sejak mengikuti OPAK pada hari Kamis, 18 Agustus 2016. disinilah aku digojlog atau didoktrin untuk menjadi diri sendiri yang mandiri, dengan mengenalkan pencerahan masa depan dan arti hidup bermasyarakat.
di UIN ini lah aku menggali banyak ilmu, dan di UIN ini memiliki 9 Fakultas. Yaitu :
  1. Fakultas Syariah dan Hukum
  2. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
  3. Fakultas Sains dan Teknologi
  4. Fakultas  Ilmu Hukum dan Humaniora
  5. Fakultas Dakwah dan Komunikai
  6. Fakultas Adab dan Ilmu Budaya
  7. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
  8. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
  9. Pascasarjana
Dan akupun masuk ke Fakultas Syariah dan Hukum dan mengambil Prodi Perbandingan Madzhab, Alhamdulillah aku masuk jurusan ini melalui jalur SPAN-PTKIN ( Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri ) dan Alhamdulillah akupun keterima Bidik Misi sehingga aku bisa nulis biografiku ini.
Di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan Rektor nya Bapak Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, Ph,D aku banyak belajar disini. baik mengikuti Kegiatan Akademik maupun Non Akademik. dan di sini pula aku hanya mengikuti Kegiatan Intra saja, yaitu dengan mengikuti UKM ( Unit Kegiatan Mahasiswa ). di UKM ini aku hanya mengikuti dua UKM yaitu UKM Kordiska dan UKM JQH Al - Mizan.

Di UKM Kordiska ( Unit Kegiatan Mahasiswa Korp Dakwah Islamiyyah Sunan Kalijaga ) ini aku resmi menjadi anggota sejak mengikuti Kegiatan PDM ( Pelatihan Da'i Mahasiswa ) dan PPM ( Pelatihan dan Pendampingan Masyarakat ) pada Hari Jum'at - Senin, 25 - 28 November 2016 di Dusun Pedak Desa Wijirejo Kec. Pendak Kab. Bantul Yogyakarta. dengan Tema " Memupuk Cinta Dakwah yang Toleran dan Humanis bagi generasi dan Masa Depan yang Berwawasan Nusantara ".

Sedang di UKM JQH Al - Mizan ( Unit Kegiatan Mahasiswa Jam'iyyah Al - Qur'an Wa Al Hufadz Al - Mizan ) aku mengikuti Diklat pada Hari Jum'at - Ahad, 9 - 11 Desember 2016 di Pondok Pesantren Al - Qodir Cangkringan, Sleman Yogyakarta.

Sumber : Biografi Aang